MAKAN BERSAMA DI SEKOLAH; KEGIATAN ASYIK DAN BANYAK MANFAAT.Playgroup atau PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) adalah sebuah lembaga yang tidak hanya berdiri sebagai tempat untuk belajar, namun juga sebagai sarana penyuluhan kesehatan yang paling sederhana. Nah, bagaimana bisa? Dengan cara apa? Salah satunya adalah dengan mengadakan kegiatan makan bersama, yang tentu saja peran Guru masih masih sangat dibutuhkan.
Makan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia, termasuk anak-anak. Justru pada masa kanak-kanak ini lah penerapan pola makan yang baik mulai diajarkan. Ada banyak manfaat ketika orang tua mengajak anak untuk melakukan makan bersama, yang mana saat di sekolah, peran orang tua akan digantikan oleh Guru. Apa saja sih, manfaatnya?
Pertama, tentang kemandirian. Di usianya yang sudah berjalan 3 – 4 tahun, anak sudah bisa memegang sendok sendiri. Dengan kemampuan tersebut anak akan berlatih untuk makan sendiri, tanpa disuapi, jika pun mereka ingin disuapi, akan timbul rasa ragu untuk meminta bantuan pada Gurumya sebab semua temannya juga makan sendiri. Gurunya akan memberikan pengertian pada anak bahwa dia mampu melakukannya sendiri, malu jika masih harus disuapi. Selebihnya, akan muncul pujian-pujian untuk anak yang mampu melakukannya dengan baik serta dukungan bagi mereka yang masih merasa belum bisa makan sendiri.Ke dua, tentang pengenalan jenis makanan dan rasa. Pada bagian ini, peran Guru adalah sebagai penyuluh. Guru akan menjelaskan menu apa yang ada di hadapan anak, bagaimana rasanya, dan vitamin apa saja yang terkandung di dalam makanan tersebut, sehingga bisa dikatakan bahwa kegiatan seperti ini adalah salah satu contoh penyuluhan kesehatan yang sederhana, mengingat sasaran atau lawan bicaranya adalah anak-anak. Selain itu, anak akan mendapatkan tambahan kosa kata baru tentang makanan. Contoh: warna buah Melon adalah hijau dan rasanya manis, Telur berbentuk bulat, buah Pepaya berbentuk lonjong dll.
Ke tiga, tentang kedisiplinan. Anak akan dilatih kedisiplinannya dengan cara mengajarkan adab makan yang benar sebagaimana yang diajarkan oleh agama Islam. Adalah berdoa sebelum makan, meletakkan makanan di atas meja, menikmati makanan dengan posisi duduk, makan menggunakan tangan kanan, dan mengucap syukur ketika selesai makan.
Hal sederhana seperti ini yang akan membekas dalam memori anak. Dia akan mampu mengingat dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Meski kegiatan makan bersama tidak bisa dilakukan setiap hari di sekolah, namun aktifitas makan tetaplah sebuah rutinitas yang dijalani anak. Peran Guru selanjutnya adalah meneruskan komunikasi pada orang tua tentang kegiatan anak di sekolah, sehingga anak akan melanjutkan belajar tentang makanan di rumah dan pola makan anak akan terbentuk dengan baik apabila kerja sama antar Guru dan orang tua berjalan lancar.

